Warta24JAM Simalungun – Dugaan pembongkaran makam keluarga Hotmian Bakara di Dusun Hubuan, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, dilaporkan ke pihak kepolisian. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar, sejumlah orang diduga melakukan penggalian dan pemindahan beberapa jenazah tanpa sepengetahuan pihak keluarga.
Menurut keterangan keluarga, Hotmian Bakara mengetahui adanya aktivitas di area pemakaman setelah mendapat kabar dari warga sekitar. Saat tiba di lokasi, ia mendapati sejumlah orang yang diduga sedang melakukan pembongkaran makam keluarganya.
Hotmian disebut sempat melarang tindakan tersebut, namun diduga dihadang oleh beberapa orang di lokasi. Karena situasi yang tidak memungkinkan, ia kemudian meninggalkan area pemakaman dan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Pihak keluarga menyebutkan, ada enam jenazah yang diduga telah dipindahkan. Mereka merupakan orang tua, kakek-nenek, serta saudara kandung dari Hotmian Bakara. Hingga kini, keluarga mengaku belum mengetahui keberadaan jenazah atau tulang belulang tersebut.
Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Parapat dengan Nomor Laporan LP/B/55/X/SPKT/POLSEK PARAPAT/POLRES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT. Selain itu, salah satu anggota keluarga bernama Sudiman Bakara juga dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan saat berusaha menghentikan kegiatan pembongkaran, dan telah membuat laporan terpisah.
Kuasa hukum keluarga dari LBH Pematangsiantar meminta aparat kepolisian, mulai dari Polsek Parapat hingga Kapolda Sumatera Utara, untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana tersebut. LBH menilai perbuatan itu berpotensi melanggar Pasal 179 dan 180 KUHP yang mengatur tentang penodaan dan pemindahan jenazah tanpa izin.
“Kami meminta pihak kepolisian menindaklanjuti laporan ini secara serius dan profesional. Dugaan pembongkaran makam ini menyangkut kehormatan keluarga dan ketenangan masyarakat,” ujar perwakilan LBH Pematangsiantar dalam keterangan tertulis.
LBH menambahkan, peristiwa tersebut dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan pihak keluarga. Karena itu, mereka berharap agar aparat penegak hukum segera mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat serta memastikan seluruh jenazah dapat dikembalikan ke tempat semula. (Release/Tim)






