Warta24JAM Tapteng —Bencana banjir dan longsor kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menimbulkan duka mendalam bagi warga. Di Kecamatan Sitahuis, empat orang yang masih satu keluarga ditemukan meninggal dunia setelah rumah mereka roboh tertimpa material longsoran, Selasa (25/11/2025). Proses evakuasi para korban selesai sekitar pukul 08.00 WIB.
“Sementara teridentifikasi empat warga yang meninggal,” ujar Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, berdasarkan laporan petugas di lapangan.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah mencatat, banjir merendam delapan kecamatan, sedangkan longsor terjadi di lima kecamatan. Dampaknya luas, mengganggu aktivitas warga, merusak rumah dan fasilitas umum, serta memutus sejumlah akses jalan vital yang membuat proses evakuasi semakin sulit.
Aparat gabungan dari Polisi, TNI, BPBD, relawan, dan Tim SAR masih berjibaku melakukan evakuasi, pencarian korban, serta penyaluran logistik ke wilayah terdampak. Sejumlah titik lokasi masih sulit dijangkau karena tertutup material longsor.
Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga, merusak fasilitas pendidikan, hingga membuat beberapa tanggul jebol akibat derasnya arus air.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih diperkirakan terjadi.
“Mohon tetap mengikuti informasi resmi dan segera mengungsi bila terlihat tanda-tanda bahaya,” ujar pihak pemerintah daerah.
Upaya tanggap darurat masih berlangsung. Bantuan berupa pangan, air bersih, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan pokok lainnya terus disalurkan. Aparat memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sembari menyiapkan langkah pemulihan di wilayah terdampa(Riz)






